Rabu, 02 Februari 2011

di tengah kebuntuan tengah malam

Muak aku pada dunia
Seolah semesta semua berdusta
Tanpa setitik kejujuran
Kemunafikan seolah biasa

Tersebar tawa palsu dimana mana
Dan ucapan yang tak terpikirkan sebelumnya
Keluar cepat tanpa pertanggungjawaban
Tanpa peduli apa yang diakibatkan

Manusia tertawa melihatnya sebangsanya terjerembab dalam siksaan
Seolah semuanya hanya sebuah permainan
Yang hanya dengan tombol bisa kau ulang dari awal
Mungkin menghindari kesalahan,atau hanya untuk mentertawakan

Entahlah dunia sudah terlalu salah
Tiada cara untuk jadi benar
Sindiran sarkastik pun tak mereka rasa
Mementingkan kepuasin pribadi yang hanya sesaat

Bodoh mungkin mereka
Tapi apadaya
Itulah sifatnya
Seperti kotoran dan baunya yang tak terpisahkan

Merasa dewasa dibanding yang lain
Padahal tak ada beda dengan pikiran anak kecil
Hanya memiliki hak yang lebih
Karena tingginya usia tak diikuti perkembangan diri

Memaksa sekitar untuk menjadi sama dengan dirinya
Atau lidahmu akan kupisahkan dari mulutmu
Hingga kau tak mampu lagi berucap
Kata apapun yang ada di otakmu

Agar semua mengikuti
Walaupun tidak menjadi lebih baik
Lebih buruk mungkin
Keseragaman yang membutakan hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar